#trik_pojok { position:fixed;_position:absolute;bottom:0px; left:0px; clip:inherit; _top:expression(document.documentElement.scrollTop+ document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 30 November 2012

cara merawat burung bakalan



Hilangnya nafsu makan bisa juga merupakan satu gejala umum adanya penyakit. Apabila kehilangan nafsu makan bersifat akut atau serius, hal penting yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi dan mengobati penyebabnya. Pada burung dapat berupa infeksi akibat gangguan parasit, terutama cacing  dan kutu.
Untuk mengatasinya perlu diupayakan dengan membasmi parasitnya serta menjaga nutrisi pada pakan burung dengan voer yang berkomposisi bagus dan sering-sering coba diganti jenis EF-nya.
Jika kehilangan nafsu makan tidak disertai dengan adanya tanda penyakit, maka sangat dimungkinkan kehilangan nafsu makan burung adalah gejala normal pada masa penyesuaian dengan lingkungan dan jenis dan bentuk pakan yang baru.
Hal-hal yang harus diperhatikan dengan baik berkaitan dengan kasus kurang nafsu makan pada burung, adalah menghindari memberikan voer yang mempunyai aroma yang keras atau berwarna tajam karena hal itu menjadi barang yang sangat asing bagi burung.
Adapun pemberian “obat penambah nafsu makan”, tidak perlu lagi bila burung telah mendapatkan voer dengan komposisi nutrisi yang seimbang (karbohoidrat, protein dan sejumlah jenis asam amino serta mineral). Vitamin hanya diberikan bila memang burung kekurangan vitamin dan atau mineral tertentu.
Jadi pastikan burung tidak terkena gangguan parasit dan mendapat makanan dengan komposisi nutrisi yang seimbang. Untuk membasmi parasit bisa gunakan FreshAves (bebas bahan peluruh zat lilin) dan/ atau BirdFresh. Kalau ragu mengenai komposisi kandungan nutrisi pada voer dan EF, bisa gunakan BirdVit untuk memastikannya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Blogger Widgets